Kamis, Januari 10, 2013

hujan kemarin

aku tak suka hujan kemarin, 
karena membuat sederet pakaian tak kering, 
baunya sungguh membuat pening. 

aku tak suka hujan kemarin, 
karena dinginnya menusuk tulang, 
anginnya berhembus kencang, 
dan membuat perut tegang. 

aku tak suka hujan kemarin, 
karena membuat segan beranjak, 
bahkan untuk sekedar memasak. 


aku tak suka hujan kemarin, 
karena turunnya rintik rintik 
membuat enggan bermain, 
dan air mata menitik.


bukan aku tak suka hujan. 
hanya aku tak suka hujan kemarin. 

Selasa, Januari 08, 2013

sate telur puyuh


minggu kemarin di rumah ketempatan arisan keluarga. 
ini adalah arisan keluarga pertama dan satu2nya yg kami ikuti. walaupun niat tulusnya adalah menyambung silaturahmi, tapi yg terjadi kebanyakan adalah ngomongin peserta yg kebetulan ngga dateng, membandingkan kemampuan masing2 anak, sampai pamer gadget terbaru secara langsung maupun tidak langsung. *ups

tapi yaaa namapun tamu berkunjung, marilah kita sambut sebaik2nya *sibak kerudung
untuk mengurangi kerempongan hidup maka dipikirkan menu yg paling simple, gampang nyiapinnya, gampang nyajiinnya, gampang ngabisinnya. 
waktu itu langsung kepikirannya pecel pake lontong aja, lauknya tempe- tahu bacem. karena eh karena arisannya dapetnya ga banyak2 amat jadi proteinnya diganti telur puyuh, dan biar keren dijadiin sate mirip yang dijual di angkringan. 

berhubung masih amatir di dapur jadi 2 minggu sebelum hari H udah rempong browsang browsing resep di milis andalan NCC dan nemu resep sate telur puyuh. setelah berhari- hari dipelajari *halah* kok kayaknya bumbunya cucok juga kalo telurnya diganti tempe- tahu lalu disate lalu dibakar pake happy call. nah kebetulan masih banyak banget tusuk sate sisa barbeque-an tahun baru kemarin. oke sip. 

dan inilah resep dan hasilnya *taraaaaa :D

sate telur puyuh
source: milis NCC

bahan: 
- telur puyuh 25 butir, rebus, kupas
- 1 lbr daun salam
- 1 batang serai, memarkan
- 400 ml air
- 2 sdm kecap
- 2 sdm gula merah (karena ga punya jd ganti gula palem)

bumbu, haluskan: 
- 6 bawang merah
- 4 bawang putih
- 1 sdt ketumbar
- 2 cm lengkuas
- 1 sdt garam

rebus bumbu halus- daun salam- serai dan air sampai mendidih, tambahkan kecap dan gula merah, aduk rata, masukkan telur. ungkep sampai kuahnya menyusut dan telur kecoklatan. 



untuk tahu- tempe setelahnya dibakar pake happy call, disiram sama kuahnya sedikit aja. rajin diintip dan dibolak balik ya untuk mencegah kegosongan, terutama untuk tahunya. kalau kurang gosong (sensasi bakar) boleh ditambah kecap pas bakar, atau sedikit2 ditambah kuahnya. 

hasilnya ini adalah menu yang paling digemari, terutama sama anak2. 
sedikit tips untuk merebus telurnya ga usah lama2, cukup 8- 10 menit aja - ketika nanti diungkep sama bumbu kecapnya jd ga overcooked (keras)-  lalu air panas sisa rebusannya dibuang dan siram telurnya dengan air dingin, jd gampang dikupas.  rajin2 dilihat juga ya, kalau mau coklat banget bisa ditambah kecap dan gula merahnya. 

lalu ini adalah menu lainnya *tarraaaaa :D


ini tiwul gula merah, instan tapi organik bisa didapat di Cb Healthylovers :) 


teri instan asli wonogiri


sayur mayur

Senin, Desember 31, 2012

untuk tahu


aku tak mungkin benci kamu,
aku hanya tak lagi tahu, 
tapi sungguh aku rindu, 
ingin sesekali bertemu.. 


selamat tahun baru, sahabat


Sabtu, Desember 22, 2012

selamat hari ibu...


22 desember 2012

hari ini genap sudah 3 tahun 4 bulan 3 minggu 1 hari saya menjadi seorang ibu. 
1 tahun 4 bulan sebagai ibu bekerja, 2 tahun 3 minggu 1 hari menjadi ibu rumah tangga. 

menjadi ibu bukan sekedar memberi ASI eksklusif selama 6 bulan.  
menjadi ibu tidak lantas sempurna dengan memberi MPASI rumahan dan kemudian mengharamkan MPASI buatan pabrik. 
menjadi ibu tidak juga menjadi berbangga dengan slogan "say NO to puyer" dan home treatment ketika anak terserang demam. 
menjadi ibu bukan dengan berbondong- bondong mengikuti segala seminar parenting dengan pembicara tersohor di ibukota. 

saya merasakan semua proses itu. 
saya melewati setiap tahapannya. 
saya sungguh bangga setengah mati ketika anak saya berhasil lulus ASI eksklusif di tengah susah payah memerah ASI di sela- sela jam kantor. 
saya bersemangat penuh menyiapkan jadwal pemberian MPASI rumahan, mengolahnya setiap tengah malam atau di pagi buta sebelum berangkat beraktifitas. 
saya bersikukuh memberikan home treatment pada anak saya ketika flu dan demam menyerangnya utk pertama kali pada usia 4 bulan. 
saya membaca hampir seluruh buku parenting best seller di pasaran, mengikuti seminar parenting dan mengidolakan beberapa psikolog anak berdedikasi tinggi. 

sungguh. itu tidak lantas membuat saya sempurna menjadi seorang ibu. 
sungguh sebuah perjalanan sekiranya baru berhasil saya lalui beberapa langkah saja. 
tapi saya menikmati setiap langkahnya. 
saya meresapi setiak jejaknya. 

celoteh ringan dan rengekan manja adalah melodi yang bukan hanya mengalun shaydu, tapi terkadang juga memekakkan. 
tangisan dan teriakkan bukan juga yg selalu dihindari tapi terkadang dirindukan. 
senandung lagunya bukan cuma menggelitik telinga tapi kadang memecah konsentrasi. 
permintaannya bukan hanya mengada- ada tapi adalah imajinasi semata. 

saya tidak begitu saja menjelma menjadi ibu yang sempurna, tapi pandji yang sempurna membuat saya menjadi ibu yang bahagia. 

selamat hari ibu. 

Selasa, September 18, 2012

celoteh bocah. celoteh pandji

masak apa
pandji: ibu lagi masak apa si? kok ga mateng mateng? 
ibu: masak sop iga mas, nanti ada baksonya, sebentar ya dagingnya belum empuk

pandji: ya Allah, aku mau makan bakso ya Allah, tapi ga mateng mateng.. - -'

hobby
ibu: mas sukanya nyanyi apa main drum? 
pandji: main drum
ibu: pilih main drum apa gambar? 
pandji: main drum!
ibu: lebih suka sepeda apa gambar? 
pandji: main DRUM!
ibu: piliiih................
pandji: udah. udah. udah. aku pokoknya main drum!
*lalu tidur

i love you, son.. today and always. 

Kamis, April 19, 2012

kotaku sayang. kotaku malang. museumku hilang.



apa kabar kamu blog ku tercinta yang lama tak kukunjungi?
apa kabar pembaca2 budiman yang masih sudi mampir kesini?
apa kabar jagad raya alam semesta diluar sana?

whuah..
punya banyak sekali cerita, tapi mari kita mulai satu persatu saja.

pandji udah sukses nyobain segala macem transportasi umum.
pesawat ok, becak demen, angkot deket2 aja, ojek sukses, taksi khatam, kereta ketagihan,
nah BIS doang nih yg belom pernah. berhubung bis di jakarta cuman BUSWAY doang yang lumayan manusiawi maka Jumat 6 April 2012 akhirnya berangkatlah kami dengan tekad bulat ngajarin pandji naek baswe dengan tujuan kota sekalian mau ngajak jalan2 ke museum.

benar. jumat 6 April disaat tanggal MERAH, Hari libur Nasional!

bertiga akhirnya naek baswe dari halte Bunderan HI setelah menghadiri acara penting di Plaza Indonesia *ehm* betapa girangnya bocah gondrong berusia 2 tahun 8 bulan 8 hari saat itu naek jembatan penyebrangan lalu teriak2 "wiiii mas di ataaaasss".
saya ngga inget kapan terakhir naik busway. tapi kayaknya udah lebih dari 1 tahun si.
dan terkejutlah saya karena tiket baswe skrg berupa kertas biru bertuliskan Rp 3.500 dengan titik2 sebagai pembatas yang siap disobek kapan aja.

jangan tanya pintu otomatisnya, di tengah sudah menunggu mas2 yang siap menyobek tiket siapa saja. berapa ratus penumpang baswe dalam sehari? berapa tiket yang disobek? berapa lembar kertas yang dibutuhkan? berapa pohon yang harus di
tebang? dalam satu hari? satu minggu? satu bulan?satu tahun? kalikan semaumu. berikan hasilnya pada gubernur tercinta.

kejutan yang kedua tentu saja kondisi bisnya sendiri.
ingatkan saya kalau salah. dulu setiap pemberhentian bukannya ada suara mbak2 yang kurang lebih bilang *next destination sa-ri-nah..please step carefully and check your belonging, thank you* nah suara merdu itu udah ngga ada, berganti dengan suara mas2 di pinggir pintu yang teriak2 *sarinah..sarinaaah..hati2 lubang*.
belum lagi suara bisnya yang klontang2an sana sini yang mirip metromini. dan bau apek akibat filter AC yang pasti tidak pernah dibersihkan.

satu2nya yang menghibur adalah pandji girangnya bukan main bisa naik bis. berkali2 tanya *kita turun dimana, ibu?* setiap kali bis berhenti. lalu nyanyi2 sepanjang perjalanan.
setidaknya bintang utamanya terhibur lah yaaa..

turun di halte terakhir. kota. disambut tentu saja dengan aroma pesing dari sudut sana sini.
mari kita lewatkan saja yang ini. dan terus berjalan saja menuju museum.

saya suka tempat itu. museum.
aroma kunonya. bangunan tua nya. plazanya. barang2 antiknya. bahkan kehororannya.
saya menikmatinya sangat. lalu berjalan tak sabar ketika bahkan baru melihat atap museumnya saja.

mari berjalan lagi. pandji ngga mau digendong. pertanda dia menikmatinya perjalanannya.
ada keramaian di ujung sana. tampak seperti bazaar. atau pasar. atau hanya orang lalu lalang.
tapi benar! itu pasar! pasar kaget! yang sukses bikin saya terkaget kaget!

sepanjang jalan dipenuh pedagang kaki lima.
cari apa aja semua ada. bau pesing kembali menyengat, sampah sisa makanan disana sini. botol2 minuman berserakan. copet pastilah juga berhamburan.
kami sempat berhenti ketika pandji lihat suling di salah satu gelaran pedagang kaki lima.
suling bambu dengan ukiran PANDJI sukses bikin dia bertambah girang sepanjang perjalanan.




saya hanya ingin segera sampai ke museum.
menunjukkan ondel2 raksasa di museum fatahilah yang sudah saya janjikan ke pandji sejak dari rumah.
tapi gelaran PKL ini tak putus2 bahkan sampai ke museumnya.
sampai ke plaza favorit saya.
sampai ke pelataran museum yang saat itu TUTUP karena hari libur nasional.

semua museum tutup. yang ada hanya PKL. yang berkerumun hanya pedagang. yang berlarian hanya bocah2 dengan bau matahari menyengat.
aroma kuno yang sangat saya nantikan berganti dengan aroma pesing yang saya tahan sejak di halte tadi.
kalau pandji bisa terhibur dengan suling berukir namanya, saya sama sekali tidak bisa tersenyum.

sejak kapan jadi seperti ini?
apa hanya hari ini saja?
apa karena ini tanggal merah saja?
kemana perginya plaza paling sukses yang saya bangga2kan?
kenapa ini sugguh berantakan???

semoga ini terjadi hanya hari ini saja.
semoga besok dan seterusnya museumnya buka lagi.
semoga besok dan seterusnya pedagangnya bisa lebih tertib lagi.
semoga besok masih ada setidaknya sedikit saja tempat bernafas di plaza tercinta ini.
semoga aroma tuanya bisa saya nikmati lagi suatu hari.
semoga ada yang bisa membenahi ini.
siapa saja. tolong!



Senin, Juni 27, 2011

sebuah catatan

6 tahun yang lalu...
dalam diam kamu datang.

membawa senyum yang membuatku terawang.

kau bilang ada yang berbeda.

mungkinkah ini sebuah rasa?

atau pertanda?

malam yang lain kita habiskan berdua.
janji jhonny dan soto betawi jadi saksi bisunya.

terkadang kita beradu diam,

mencari rasa dan cerita di celah-celah senja,
yang masih berupa tanda tanya...

lalu atas nama perjalanan panjang kita kembali bersama.
kau telanjangkan kisah hidupmu,

kau kisahkan cerita kelam yang sebenarnya sudah pernah aku dengar.
aku tak berani banyak bicara, tak bisa berpura pura.

tak yakin apa pintu hati itu memang dibuka untukku...


suatu malam akhirnya kita berpegangan tangan.

lalu saling mengungkap rasa yang kita sendiri tak tahu apa namanya,
tak berani menyebutnya cinta.

tapi malam itu membuatku terjaga.
tak berani memejamkan mata.


5 tahun yang l
alu...
bab baru dalam hidupku, mulai bekerja.

ingatkah kau yang begitu setia menjemputku selalu walau harus menempuh radius lebih dari 20km setiap hari??

ingatkah kau nasi uduk kebun kacang dalam bungkus daun pisang yang kita santap di malam dimana aku menerima gaji pertamaku??

ingatkah kau sedu sedan tangisku pagi itu yang akhirnya membuatku hanya bisa bertahan 2.5 bulan pada pekerjaan pertamaku?


lalu kita mulai usaha
bersama...
2 kepala lebih baik dari 1 kepala, bukan?

ingatkah kau bayaran pertama kita??
ah, harusnya kita abadikan 8 digit tulisan pada cek itu, untuk kita pamerkan pada anak cucu kita nanti...
4 tahun yang lalu...
aku mulai menyakitimu.
dan berakhirlah perjalanan kita.
dalam gelap kucari jawaban.
menerobos malam demi seutas senyum yang sudah hilang.

meraba lagi retakan tajam yang kubuat sendiri.

meratapinya dalam isak.

menyesalinya atas nama kebodohan.
aku tak mau lagi rasa itu. rasa kehilanganmu.


3 ta
hun yang lalu...
kita sepakat mengikatnya dalam janji surga.

kau tambahkan tanggal lahir kita berdua, dan kau gabungkan pula kedua bulannya.

walau tak ada adegan kau berlutut melamarku,

tapi tanggal itu membuatku punya arti, setidaknya untukmu.


lalu hari itu datang,
ternyata tak semulus yang diharapkan,

kau mengancam tak datang,

dan aku mulai tumbang.

tapi kau tetap datang.

kau bilang hanya untuk aku.
hanya ingin aku.
bukan yang lain. 2 tahun yang lalu...
TUHAN titipkan makhluk kecilnya lewat rahimku,

kau saksikan sendiri bagaimana ia menerobos lapisan demi lapisan perutku demi untuk hidupnya yang baru.

kau dengar sendiri pecah tangisnya pertama kali,

lalu kau tenangkan dengan kumandang adzanmu sendiri.

dan sejarah kita berubah dalam sehari.


1 tahun yang lalu...
kita tempati rumah yang baru.
di minggu pertama kita bersama berat badanmu bahkan melonjak 3kg.

maafkan aku yang begitu terlambat menyadari ini,
bahwa hidup seperti inilah yang harusnya kita jalankan dari awal pernikahan kita.
just the two then three of us...


sekarang....

tak ada lagi tanda tanya.
tak perlu lagi ungkapan rasa.

aku bahkan tak perlu lagi menyebutkan deretan menu yang harus kau pesan dalam bungkusan nasi padangku.

tak perlu lagi menyeduh kopi sendiri ketika kau yang pertama menyentuh pagi.
tak harus lagi meneriakkan apa saja yang tidak boleh masuk dalam mangkuk bakso dan mi ayamku.

our love is just simple as you and me...
i love you more...
and more each day...
 

Blog Template by BloggerCandy.com