Tampilkan postingan dengan label nu life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nu life. Tampilkan semua postingan
Selasa, April 02, 2013

ayo sekolah, pandji..


baiklah. 
akhirnya kita sampai pada tahap kerempongan hidup mencari sekolah..yay! 
dan ini akan jadi sharing yang sangaaaattt panjang. bersiaplah, sodara sodaraaa. 

dari awal memutuskan untuk jadi emak2 di rumah saya sudah berkeputusan utk TIDAK menyekolahkan pandji terlalu dini, langsung ke taman kanak kanak aja di usia 4 tahun nanti. dan juli tahun ini pandji pas 4 tahun. guglang gugling sekolah TK *bahkan SD udah dilakukan sejak pandji usia 2 tahun, mulai survey2 di usia 3 tahun. karena berdomisili di daerah pondok aren jadi awal nyari2 sekolah ya keyword nya "sekolah TK di bintaro dan sekitarnya". infonya segabruk, di forum mamak mamak bagian manapun bisa didaptakan informasi paling terbaru dan akurat. 
lalu akan tetapiiii, karena sesuatu dan lain hal di usia pandji menjelang 4 tahun kami malahan akhirnya memutuskan pindah rumah ke ciledug, padahal udah beli formulir sebuah skolah inceran dan udah survey sana sini. nyoba2 gugling dengan keyword "sekolah TK di ciledug" kok ya infonya super minim..whuaaaaaa.. panik luar biasa.. 


pandji dan lautan buku-buku nya


baiklah. pelan- pelan. 
balik lagi ke prinsip hidup kami kalau utk sekolah TK mau cari sekolah yang netral2 aja. bukan sekolah berbasis agama, biar pandji paham perbedaan, bisa menghargai setiap umat dan tidak pilih2 dalam berteman. kami pun melibatkan pandji dalam mencari sekolah, persyaratan utamanya: aku mau sekolah yang ada drum band'nya bu. dan berikut adalah review kami utk beberapa sekolah. 

SEKOLAH CITRA INDONESIA, 
web: http://www.citra-indonesia.sch.id/index.php/en/
UP: Rp 4.000.000
SPP: Rp 450.000

sekolahnya ada di dalam perumahan, jauh dari jalan raya dan ngga ada tukang jajanan sembarangan. setelah kasus "bang maman dari kali pasir" yg sukses bikin susah tidur, salah satu pertimbangan pilih sekolah ini karena mereka bikin modul sendiri untuk buku paketnya, dan mereka juga punya kelas musik utk drum band dan gamelan. 

pertama kali survey justru di usia pandji 3 tahun. 
guru2 dan pengurusnya nya sangat welcome dan pandji diajakin berkeliling ke ruang musik, girang bukan main boleh nyobain gamelannya. 
menjelang usia 4 kami datang lagi dan beli formulir seharga Rp 60.000, free trial utk 1 kali kelas. 
tiap hari tema di kelas berbeda, saat itu kami pilih trial pas temanya science dan drawing and colouring. 

kelasnya sebenarnya menyenangkan, ya layaknya TK pada umumnya. menggunting menempel lalu bernyanyi- nyanyi. 
tapi saat itu muridnya ga terlalu banyak, jadi kok kayaknya kurang sreg untuk mewadahi kebutuhan bersosialisasi nya pandji. 

BUMI BAMBINI
web: http://bumibambini.sch.id/

ini pastinya sekolah paling diincar mamak2 se bintaro raya. 
temen les nya pandji pun ada yg sekolah disini. mereka punya kolam renang sendiri dan outbond. kegiatan belajar nya pun menyenangkan sangat. denger reputasi sekolah ini sejak pandji usia 3 tahun'an, tapi karena waiting list nya ampun2an waktu itu ga ada niat utk daftar. no hope lah, masa' mau sekolah aja antri begitu. 
dan lagi jarak dari rumah ciledug ke sekolah ini kok kayaknya ngoyo bgt. kata si ayah mah "mau sekolah aja kok nyumbang polusi dulu"

tapi karena hampir desperado dan demi pendidikan terbaik buat bocah, coba dulu aja lah daftar.
waktu telfon mau daftar sekitar bulan januari 2013, dapet waiting list no 19, sampai berita ini diturunkan belum ada kabar lagi dari pihak sekolah. 
tuh kan no hope. :|

TK KUSUMA DJAYA
alamat:  Jl Teman 4 RT 001/01. Gaga, Banten 15154 Indonesia

ini sebenarnya adalah TK saya dulu. 
waktu itu udah mewah banget bisa sekolah disini. mereka juga punya kolam renang sendiri. bisa bertahan sampai hari ini pasti lah reputasi sekolah dan alumni nya ga sembarangan. 
tapi ketika tiba waktunya daftar ternyata kelasnya cuma ada untuk anak TK B, jadi pandji ga bisa masuk tahun ini. 

TK DIMURTI
alamat: Jl Tanah Seratus RT 001/02 No 18, Sudimara Jaya, Ciledug, Kota Tangerang 15151
UP: Rp 750.000
SPP: Rp 130.000- 150.000

sekolah ini bisa dibilang satu2nya sekolah yang muncul di google dengan keyword: TK di ciledug. 
dan setelah dicari ternyata letaknya deket banget sama rumah yang baru, ga sampe 200m. 
akhirnya coba2 tanya dan ngobrol sama kepsek nya. 
sekolahnya berdiri sejak 1980 *wah lebih tua dari saya. dan statusnya juga terakreditasi A. Karena ga ada sistem trial jadi kami ijin untuk liat kelasnya pas jam pelajaran berlangsung. 
waktu itu pas kelas TK A-nya lagi belajar baca- tulis. 
dengan semua issue yang beredar pastinya saya tanya batasan untuk belajar calistung. 
untuk murid TK A ya sebatas pengenalan, kalau TK B sudah lebih serius.

yang kami suka dari sekolah ini si ibu kepsek terbuka dan menjelaskan alasan metode pengajarannya. 
walaupun tes calistung udah dilarang utk penerimaan masuk SD, dan calistung juga belum boleh diajarkan pada murid TK, tapi kenyataannya beberapa sekolah negeri masih menerapkan tes calistung untuk penerimaannya. dan kalaupun tidak ada tes, kenyataan yang terjadi di lapangan adalah buku pelajaran murid SD kelas 1 aja isinya udah soal cerita semua. kalimatnya panjang2 dan bukan lagi sebatas "ini ibu budi". jadi mau tidak mau suka atau tidak suka beban tsb otomatis beralih ke murid2 TK. 

kami ditunjukkan secara langsung buku pelajaran kelas 1, waktu itu bahasa indonesia dan matematika. 
memang aduhai susahnya si dan kalimatnya juga panjang2.. miris dan lemes.. :( 
kalau ngga diajarin di TK, malah kasian si anak akan planga plongo aja di SDnya. 
jadi sebenarnya yang perlu dibenahi ya sistemnya, semuanya, bukan tes masuknya aja tapi juga kurikulum di SDnya. rumit yaa :/

tapi pada akhirnya kami pun memilih sekolah ini. 
pertimbangan utamanya karena dekat dari rumah. bisa naik sepeda atau jalan kaki. 
biarlah pandji kenal lingkungan nya dulu, ga perlu menyumbang polusi ketika mencari ilmu. 
kami pun tidak menuntut dia jadi anak super pinter dan juara 1 si. 
yang penting dia seneng ngejalanin'nya, bisa menghargai sesama dan akhirnya bermanfaat buat umat nantinya. amin. 

exciting sama buku-buku dan puzzle pandji pun ketika ditanya mau sekolah disini walau ngga ada kelas musik/ drum band,
tapi ada ekskul menari. dan pandji kan les drum juga di Gilang Ramadhan setiap rabu. kalau hobi musiknya masih butuh disalurkan, nanti mau coba cari sanggar anak-anak aja di deket2 rumah.

kami-pun memutuskan untuk mengalihkan tabungan pendidikannya pandji ke sekolah SD swasta aja nanti. sudah tanya2 dan lihat beberapa yang katanya reputasi-nya baik. lalu selanjutnya mari survey kembali... :) 

Senin, Juni 27, 2011

sebuah catatan

6 tahun yang lalu...
dalam diam kamu datang.

membawa senyum yang membuatku terawang.

kau bilang ada yang berbeda.

mungkinkah ini sebuah rasa?

atau pertanda?

malam yang lain kita habiskan berdua.
janji jhonny dan soto betawi jadi saksi bisunya.

terkadang kita beradu diam,

mencari rasa dan cerita di celah-celah senja,
yang masih berupa tanda tanya...

lalu atas nama perjalanan panjang kita kembali bersama.
kau telanjangkan kisah hidupmu,

kau kisahkan cerita kelam yang sebenarnya sudah pernah aku dengar.
aku tak berani banyak bicara, tak bisa berpura pura.

tak yakin apa pintu hati itu memang dibuka untukku...


suatu malam akhirnya kita berpegangan tangan.

lalu saling mengungkap rasa yang kita sendiri tak tahu apa namanya,
tak berani menyebutnya cinta.

tapi malam itu membuatku terjaga.
tak berani memejamkan mata.


5 tahun yang l
alu...
bab baru dalam hidupku, mulai bekerja.

ingatkah kau yang begitu setia menjemputku selalu walau harus menempuh radius lebih dari 20km setiap hari??

ingatkah kau nasi uduk kebun kacang dalam bungkus daun pisang yang kita santap di malam dimana aku menerima gaji pertamaku??

ingatkah kau sedu sedan tangisku pagi itu yang akhirnya membuatku hanya bisa bertahan 2.5 bulan pada pekerjaan pertamaku?


lalu kita mulai usaha
bersama...
2 kepala lebih baik dari 1 kepala, bukan?

ingatkah kau bayaran pertama kita??
ah, harusnya kita abadikan 8 digit tulisan pada cek itu, untuk kita pamerkan pada anak cucu kita nanti...
4 tahun yang lalu...
aku mulai menyakitimu.
dan berakhirlah perjalanan kita.
dalam gelap kucari jawaban.
menerobos malam demi seutas senyum yang sudah hilang.

meraba lagi retakan tajam yang kubuat sendiri.

meratapinya dalam isak.

menyesalinya atas nama kebodohan.
aku tak mau lagi rasa itu. rasa kehilanganmu.


3 ta
hun yang lalu...
kita sepakat mengikatnya dalam janji surga.

kau tambahkan tanggal lahir kita berdua, dan kau gabungkan pula kedua bulannya.

walau tak ada adegan kau berlutut melamarku,

tapi tanggal itu membuatku punya arti, setidaknya untukmu.


lalu hari itu datang,
ternyata tak semulus yang diharapkan,

kau mengancam tak datang,

dan aku mulai tumbang.

tapi kau tetap datang.

kau bilang hanya untuk aku.
hanya ingin aku.
bukan yang lain. 2 tahun yang lalu...
TUHAN titipkan makhluk kecilnya lewat rahimku,

kau saksikan sendiri bagaimana ia menerobos lapisan demi lapisan perutku demi untuk hidupnya yang baru.

kau dengar sendiri pecah tangisnya pertama kali,

lalu kau tenangkan dengan kumandang adzanmu sendiri.

dan sejarah kita berubah dalam sehari.


1 tahun yang lalu...
kita tempati rumah yang baru.
di minggu pertama kita bersama berat badanmu bahkan melonjak 3kg.

maafkan aku yang begitu terlambat menyadari ini,
bahwa hidup seperti inilah yang harusnya kita jalankan dari awal pernikahan kita.
just the two then three of us...


sekarang....

tak ada lagi tanda tanya.
tak perlu lagi ungkapan rasa.

aku bahkan tak perlu lagi menyebutkan deretan menu yang harus kau pesan dalam bungkusan nasi padangku.

tak perlu lagi menyeduh kopi sendiri ketika kau yang pertama menyentuh pagi.
tak harus lagi meneriakkan apa saja yang tidak boleh masuk dalam mangkuk bakso dan mi ayamku.

our love is just simple as you and me...
i love you more...
and more each day...
Kamis, Maret 17, 2011

ibu bekerja vs ibu di rumah saja

sungguh.sumpah. saya sebenar benarnya sudah muak dan bosan dengan perdebatan berjudul di atas. baca di blog orang, sekedar status facebook atau twiter, sampai artikel di halaman terkenal. sumpah saya bosan!

semua merasa yang paling benar. semua merasa yang paling hebat bisa berperan dalam rumah tangganya masing2. semua sedikit banyaknya- sadar atau tidaknya- membanggakan anaknya sendiri2. ah, manusiawi pasti kok, sayapun terkadang demikian. tapi memojokkan masing2 peran dan posisi ibu dalam keluarga?? oh no, jangan pernah sekali2 seperti itu.
apalagi posisi terpojok lebih sering dirasakan para ibu bekerja. belum apa2 udah dicap *menomor sekiankan anak*...


well, saya pernah merasakan keduanya.
jadi ibu bekerja setidaknya sampai pandji berusia 15 bulan. dan sekarang jadi ibu rumah tangga saja yang terkadang terima pesanan kue tetangga.
selama bekerja saya kebanyakan bergaul dengan sesama ibuk2 di dunia maya. dari milis sehat, mpasirumahan, sampai blogger2 terkemuka.
selama bekerja saya sukses memberikan ASIX pada anak saya dilanjutkan makanan homemade yang saya buat dengan tangan saya sendiri di penghujung malam bahkan kadang sampai pagi buta.
selama bekerja dan sampai sekarang tak sekalipun pandji terkena makanan instan dan antibiotik sepanjang flu dan demam menyerangnya.
semua info dan pengetahuan penting dan ciamik seperti itu justru saya dapat selama saya bekerja dan di tengah2 pergaulan maya yang waktunya selalu saya curi di sela2 waktu menggambar *maaf ya ibu bos...maaf sekali...tapi pekerjaan saya beres kan?* :D

saya yakin semua itu tak akan pernah saya dapatkan kalau saya di rumah saja. dan saya masih angkat jempol dan super salut untuk semua teman2 maya saya itu yang mostly adalah wanita bekerja.

lalu sekarang saya di rumah.
mau tidak mau lebih banyak melihat sekeliling saya yang sebelumnya bahkan tidak sempat saya lirik.
ada ibu rumah tangga yang anak batitanya nonstop sepanjang hari bergantung pada pospak (popok sekali pakai), makan makanan instant yang tinggal seduh dan anaknya tidak punya manner sama sekali.
ada anak yang ditinggal ibunya bekerja dan sehari2nya dibentak bentak sama si embak kala tiba waktunya makan atau tidur siang.
ada anak yang ibunya nonstop di rumah tanpa ART. si ibu tetap terlihat segar dan cantik walau dengan daster. anak2nya santun dan ramah, terlihat terurus dengan amat sangat baik. sungguh, saya iri dengan yang satu ini.
ada anak dengan ibu bekerja yang nakalnya minta ampun. pandji pernah sukses terjengkal karena didorong dan saya dengan ganasnya ngebentak2 itu anak.

saya yakin masih banyak sekali contoh soal di luar sana.
tapi sekarang title saya adalah *ibu rumah tangga*. benar. terkadang saya juga mencibir pada si anak yang hobinya ngedorong2 pandji itu. tapi saya tetap angkat topi pada ibu bekerja yang anaknya bisa terkontrol dengan baik, seperti teman2 maya saya.

jadi tolonglah ibuk2 dimanapun dan bagaimanapun posisi anda semua. janganlah mendiskreditkan posisi *ibu* dimanapun dan bagaimanapun mereka berada. pastilah semua ingin yang terbaik buat anaknya, bukan?

karena posisi *ibu* itu tidak bisa diminta atau ditolak. tidak bisa ditawar. dan merupakan gelar seumur hidup, padahal tidak ada sekolahnya. jadi darimana kita belajar kalau bukan dari sekitar? darimana kita punya tolak ukur untuk mendiskreditkan sesama ibu? apa alasan kita berlomba2 menceritakan kehebatan anak kita pada khalayak ramai kalau hanya untuk mencibir pada anak lain setelah itu?...

sayapun tak ingin jadi yang demikian. saya ingin yang terbaik untuk anak saya. untuk anak saya. karena anak saya. itu saja.

dan bonus hari ini, mengutip langsung dari status seorang sahabat saya : Parenting is not a competition. Parenting is not an ego trip. Parenting is about making sure your children are happy" (@BraveKidsvoices ReTweet by @supermomsid).





Kamis, Desember 30, 2010

ibu (tak) bekerja (lagi)


gambar ngambil dari sini

hampir 3 bulan sudah jadi ibu rumah tangga.
awalnya saya nggak sadar sama status ini. bener2 nggak sadar. sampai suatu hari saya berniat ikutan kuis di majalah ayahbunda. kuisnya lewat sms, disana diminta menyebutkan biodata berupa nama-no ktp-profesi (apa lagi ya, lupa). nah pas isi profesi saya langsung terhenyak *halah*. bukan lagi karyawan swasta, atau arsitek, atau interior designer, atau junior designer dan kamuflase2 lainnya. tapi bener2 iburumahtangga!!! saya sukses bengong berlama2 dan nggak jadi ikutan kuisnya...><

mari flash back sejenak.
kenapa saya akhirnya memutuskan untuk jadi ibu rumah tangga aja?? first of all tentu aja bermula dari drama drama perkantoran di tempat kerja. lalu saya merasa tertantang untuk membuktikan pada diri sendiri bahwa saya bisa lebih baik lagi, disana ataupun di tempat lain yang pastinya lebih baik. semua perasaan udah membuncah rasanya. plan A dan plan B disiapkan. sampai suatu malam saya, pandji dan ayah ber'quality time' sebelum tidur. ceritanya bisa diliat di celoteh bocah. hah, saya memang bercerita ringan saat itu, tapi sebenernya remuk redam rasanya ditanya "ibu" tapi jawabnya "ca pa". emosional drama queen keluar semua.ditambah lagi malam berikutnya saya merasa lelah sekali pulang dari kantor, tapi pandji masih mau nempel dan akhirnya ga sengaja saya agak keras ngomong ke dia, lalu berlalulah dia ke si mbak...huhuhuhuuu...*sesal tak berkesudahan deh*

abis itu ya saya udah ga nyaman lagi kerjanya. selain drama2 tadi ya jadi mikirin pandji juga. dan entah kenaffa si mbak juga jadi berulah. minta naik gaji'lah, kelakuan lah, bikin spaneng deh. akhirnya saya memutuskan untuk keluar aja dari kantor. merelakan aktivitas saya dan *tentu aja* gaji bulanan yang selalu ditunggu2. saya bukan meng#kambing hitamkan# pandji atas keluarnya saya dari pekerjaan tetap saya. karena toh sebenearnya awalnya bukan itu, tapi buat saya, ini adalah proses dan bagian yang harus saya lewati untuk akhirnya jadi seperti sekarang ini. jadi emak2 sejati yang selalu ada buat pandji...

lalu bagaimana kehidupan saya setelah di rumah?
biasa saja. beneran. suami saya sampe berkali2 telepon dan sms nanya apakah saya baik2 saja. dan saya memang baik2 saja. saya nggak mau menyesali apapun. saya nggak mau meratapi apapun. saya mau menikmati semua yang sudah saya putuskan. dan saya yakin itu benar, buat saya dan pandji...

setelah kejadian tak menyenangkan dengan si mbak kami akhirnya memutuskan dia untuk kembali ke asalnya *rumah emak saya*. dan sekarang hanya ada kami bertiga. nah, yang ini baru berubah...ahahaa...
di hari pertama si mbak dijemput ibu saya untuk dibawa ke rumahnya, saya tiba2 nangis. lemes. nggak tau harus berbuat apa. kayaknya hilang sudah comfort zone saya. saya nangis. dan menyuruh suami untuk cepet2 pulang dari proyeknya. yap. ini lebih berat ketimbang saya kehilangan pekerjaan saya...aneh...

sekarang semua sudah kembali normal. saya sudah bisa beradaptasi dan menemukan ritme keseharian saya. pandji pun menurut si ayah lebih banyak kemajuannya dibanding dulu sama si mbak. karena kalo sama si mbak mah ditinggal nonton sinetron mulu. pandji nya ya ditinggal sm mainannya atau ngoceh sendiri ngeliat buku2 yang udah saya siapin...

dan lagi, saya bergabung di dBCN. bikin saya nggakbete karena jadi punya banyak temen. bikin saya tetep pede karena *akan* punya penghasilan sendiri juga nantinya. amin. amin.amin...
Kamis, Desember 09, 2010

pandji dan GTM (gerakan tutup mulut.red)

aduh, ini sebenernya cerita lama... kalo yang sempat terhubung sama saya di facebook pasti juga udh jenuh liat status saya waktu itu yang mirip2 kebakaran rambut (abisan ga punya jenggot) tiap kali masakan saya ditolak mentah2 sama pandji. tapi sekarang disini saya akan cerita detail'nya. mudah2an berguna buat ibuk2 yang lagi kelimpungan ngadepin anaknya gag mau makan...
gambarnya dapet dari sini

ini terjadi sekitar 2 minggu yang lalu, seingat saya kronologisnya begini *halah*
* kamis: menu sore ini schotel kentang, udah mulai2 GTM tapi kandas masuk perut
* jumat:
masakan rumah biasa; sayur bayem sama telor rebus, gag masuk sama sekali. emak2 lebay mulai panik...:((

* sabtu:
masak macaroni schotel. saya berasumsi pandji trauma sama sendok karena sebelumnya dipaksa makan. terbukti dia cuma mau makan buah yang ditusuk2 garpu aja, akhirnya saya bikin macaroni biar bisa ditusuk2 juga. ternyata oh ternyata gag satu suap pun masuk mulut.
pagi malah mulai sumeng2 badannya, siang tambah sumeng, sore mencapai 39.9 dercel. emak2 tambah panik tapi berusaha *sok* tenang. mari mulai observasi

*minggu:
masih sumeng, ajak berjemur pagi. panas nya makin menjadi, tapi karena belom 3 hari belom berani telpon/sms dr.hafiz. lah palingan juga disuruh observasi dulu. lupa hari ini masak apa, yang jelas ditolak juga. yang masuk cuma buah2an aja...
mulai bongkar arsip milis sehat sama mpasirumahan. baca sharing ibuk2 yang lain sama aja, kuncinya tetap tenang. gag bakalan anak mati kelaparan, palingan *cuma* kekurangan gizi...whuaaaaa...:((
*senin: suhu tubuh berangsur normal. mulai keluar meler2 di hidung. ah berarti batpil, aman lah. sup kabocha lumayan bisa masuk kira2 5 suap, tapi tetep tanpa karbohidrat...
*selasa:
bikin puding jagung. lumayan masuk 2 cup. buah2an juga makin banyak..hooreeee...
*rabu: pagi masih GTM berat, sorenya jalan2 keliling komplek sambil coba2 nyuapin oatmeal pake topping buah2an ditambah yoghurt dikit2. suapan pertama deg2an, jantung hampir copot *lebay* suapan terakhir pas bgt 1 puteran keliling komplek. emak2 takjub langsung sujud syukur di depan pintu.
*kamis-jumat: mulai pede masak. bikin semua kesukaan pandji. soto, sup ceker, nasi tim dsb. pandji mulai lahap, tapi emaknya jumat sore mulai ambruk
*sabtu:
emak2 meriang tambah parah. badan panas menggigil, flu berat gag bisa masak. telepon 911: mammakanin, risotto meluncur bersama pak tomo. kandas dilahap pandji dalam sekejap.


sepertinya ini jawaban TUHAN atas pertanyaan saya seminggu sebelumnya. kenapa pandji gag mau makan, kenapa pandji rewel, kenapa pandji cuma mau makan buah dan puding aja. karena setelah itu semua saya rasakan. mulut pait, perut mual, badan meriang ga enak. dan sekarang gantian saya yang GTM...huhuhuhu...:((


pesan moral buat ibuk2 yang baca sharing saya ini: bersabarlah menghadapi anak yang GTM. cari semua penyebabnya. selain masakan yang saya modif dan bentuk macem2 tapi pada akhirnya ditolak juga, ganti2 sendok yang warna warni, ganti piring yang lucu2, pasrah ngasih makanan biar makan sendiri (berantakan2 deh), sampe akrobat jungkir balik pas nyuapinnya, semua udh saya lakuin. tapi emang yang namanya emak2 pasti panik dan kepikiran kalo anak gag mau makan. duh mau baca teori dan diceramahin dokter kayak apa juga tetep aja mikir gag bisa tidur *ini saya lebay banget gag sih?* heheee


GTM *hanyalah* massa yang pasti akan dilalui semua ibu dan anak. nikmati saja, dan jangan pernah patah semangat cari solusinya. yang paling penting juga jangan dipaksa makan ya ibuk2, bisa bikin anak malah trauma dan tambah parah GTMnya...percayalah, saya sudah membuktikannya...:D
Kamis, Oktober 21, 2010

ASI untuk bayiku


gambar dapet dari sini

kata ticker di lilypie pandji hari ini udah genap 1taun 2bulan 3minggu 2hari mimik ASI. wow lama juga ya...mari kita kilas balik sejenak...


dari awal hamil saya nggak pernah kepikiran untuk ngasih ASI ke anak saya. mindset saya adalah: kalo ASInya keluar ya sukur, ga keluar ya udah. saya bahkan sempat termakan iklan sebuah produk sufor dengan kandungan segabruk dan iming2 bikin anak pinter dan cerdas, dan bercita2 kelak akan memberikannya pada anak saya nanti.
sampai suatu malam pas lagi kontrol, dokterku tercinta, dr. achmad mediana, SPOG tiba2 memberi wejangan "nanti ASI ya bu? harus ASI lho ya..." saya senyum aja sambil bilang "insya Allah ya dok, kalo keluar.." *berasa bloon banget kalo inget*. dr. achmad agak sedikit kaget denger jawaban saya lalu beliau jelasin kalo semua ibu pasti bisa menyusui anaknya, pasti keluar air susunya, sampai di akhir blio bilang "nanti kalo ga keluar saya dampingi sampai keluar..."
waduh, langsung deh semangat 45, nyari2 literatur seputar ASI, ikutan milis ASI for baby, sampai rajin berkunjung ke web'nya AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia).

lalu suatu wiken yang cerah saya dapat undangan kelas laktasi di kliniknya dr. achmad. kelasnya dipimpin sama dr. regintha bachtum yang waktu itu lg hamil juga. jadi abis senam hamil bareng2 kita dengerin penjelasannya blio deh. saat itu baru tau kalo lambung bayi yang baru lahir besarnya cuma se biji kelereng, dan hanya bisa menampung ASI cuma 3-5ml aja. jadi kalo ASI nggak keluar, bayi nangis dan divonis kelaparan lalu dijejelin sufor itu hanya akal2an aja (saya ga bilang akal2an siapa ya..hehee). dan bayi baru lahir bisa bertahan 72 jam tanpa asupan makanan sekalipun, jadi jangan pernah kuatir bayi kelaperan karena ASI nggak keluar.
waduh tambah ilmu, tambah semangat, tambah niat kasih ASI eksklusif ke pandji nanti...^^

lalu bagaimana proses menyusui saya? lancar jaya? ho ho ho...
hari pertama setelah melahirkan saya dengan cuek beibeh menyusui anak saya. IMD, rooming in, semua dilakuin.entah bodoh, entah bloon, entah tll cuek saya sama sekali nggak kepikiran apakah ASI saya keluar saat itu. sampe malam kedua tiba2 pandji panas sampe 38dercel, divonisnya? ya kurang cairan lah. saya nangis menjadi2, menggeru2, pasalnya si DSA bilang "kalo besok masih panas saya akan kasih sufor ya bu" aaaah tidaaaaakkkkk...

saat itu saya masih bloon banget. belom gabung milis sehat, belom kenal bunda wati, belom kenal dr. hafiz. yang ada semaleman saya terus meratapi diri, nangis tersedu2. tekad saya tetep: saya nggak mau anak saya mimik sufor!!
untunglah saya udah belanja benda terajib dan terbaik yang saya miliki: pompa ASI...jadi selama pandji diinfus saya harus mompa ASI saya se encrit demi se encrit, lalu disetor ke baby room.

jangan pernah membayangkan mompa ASI itu seperti ngeluarin air dari keran...mengalir deras. saya hampir desperado dan sama sekali ga nyangka kalo ASI saya se'sedikit itu. pertama kali mompa cuma bisa buat basahin pantat botol doang!! tapi tetep saya setor ke suster yang menatap saya dengan tatapan heran dan ajaib.
hari2 berikutnya saya diajarin cara nyusuin yang bener, latch on dsb, sampai akhirnya saya ngerasain sakit yang maha dasyat ketika pandji berhasil menyedot puting saya. kata bu bidan itu artinya nyusuinnya udh bener. jadi yang kemaren belom bener?? benar sekali sodara2, yang kemaren2 cuma klamut2 doang...><>

benda ter'ajib dan terbaik yang pernah saya miliki

masalah setelah itu?
ya sama aja kayak yang lain. puting pecah, lecet, berdarah2. saya sampe nangis meraung2 ngeliat buruk rupa'nya disana dan berpikir bodoh kalo itu nggak bakalan bisa balik lagi sempurna. berkat salep bunga matahari berinisial K dan teratur kompres2 akhirnya bisa kembali seperti semula. dan pandji bisa menyusu dengan lancar...

proses memompa juga udah nggak sesulit dulu. dengan sedikit olahraga tangan ga terasa udah penuh aja 1 botol. hari pertama ibu kembali bekerja dan mengais2 gambar demi sesuap nasi, stok di kulkas mencapai 38 botol @50 - 75ml.

sekarang...
seperti yang pernah saya tulis entah dimana, menyusui masih menjadi moment terindahku bersamanya. saat lagi pelukan, eye contact ketika menyusui, liat2an kayak orang pacaran, semua berjuta rasanya. saya belum siap untuk menyapih'nya, saya belum mau, saya belum ingin. cita2 saya setelah ini adalah weaning with love, menyapih dengan cinta, bukan pake pait2an atau ditakut2in, tapi ya dengan cinta...kayak apa? yah saya juga belom tau...:D

Rabu, September 29, 2010

kembali

hai...

saya kembali lagi.
kesini.
ke rumah ini yang sudah sedikit di renovasi.
banyak sekali yang ingin saya bagi,
setelah terbangun dari mimpi.

tunggu saya. sebentar lagi....
Minggu, Oktober 11, 2009

pesan moral setelah melahirkan


melahirkan itu ternyata melelahkan, sangat melelahkan.


dulu, saya begitu antusias menjenguk teman dan kerabat yang melahirkan. ternyata kunjungan yang tidak tepat waktu dan tempatnya bisa jadi amat sangat menyebalkan.
saya melahirkan lewat operasi sesar tepat pukul 22.06 wib. semua terjadi begitu cepat, begitu tiba-tiba, dan saya tak pernah mempersiapkan diri untuk itu.
sekitar pukul 23.00 saya mulai masuk ke ruang perawatan. mendekap erat si kecil dan mulai menyusui. apa rasanya? entahlah, yang jelas malam itu saya sama sekali tidak bisa tertidur.

paginya tamu mulai berdatangan. sementara dari perut ke bawah saya masih dipengaruhi anestesi tadi malam. walaupun hanya keluarga dekat yang datang, tapi entah kenapa saya masih saja terasa kosong. inginnya hanya ada saya dan suami saat itu. metode rooming in yang diterapkan RS tempat saya bersalin "memaksa" si kecil tetap berada di pelukan saya. dan dengan kondisi saya itu saya hanya bisa menyusuinya sambil berbaring.

awalnya semua baik2 saja. sampai akhirnya semua merasa berhak untuk sekedar menggendong dan menimangnya. dan ketika saat menyusui tiba, bukan hanya satu atau dua kerabat yang bisa dengan tiba2 mematahkan semangat dan moral saya. "anaknya nggak mau nyusu tuh"; "susunya ga keluar kali"; "udah kasih susu kaleng aja"; dsb...dsb...
saya hanya bersabar, berusaha tenang untuk kelancaran produksi ASI saya. untungnya semua perawat dan bidan disana sepenuhnya memberi semangat untuk memberi ASIX. anak baru lahir bisa bertahan 2 hari tanpa asupan makanan, dia menyusu bukan hanya karena lapar, tapi ingin dekat dengan ibunya...itu saja yang selalu saya ingat.

tanggal 30 malam si kecil diperiksa DSAnya. ternyata suhu badannya mencapai 38 dan diduga terkena infeksi dari luar. terlalu banyak tamu yang datang berkunjung. itu kesimpulan sementaranya. akhirnya malam itu juga dia harus diberi antibiotik untuk mencegah infeksinya. jangan ditanya bagaimana perasaan saya saat itu. anakku baru berusia 2 hari dan sudah merasakan jarum suntik di tangannya. saya menangis. lagi2, semua terjadi begitu tiba2...

akhirnya sejak saat itu si kecil tak lagi boleh lagi berada di kamar selama ada tamu yang datang berkunjung. saya yang akhirnya tertatih tatih menuju kamar bayi untuk menyusuinya. awalnya seperti tersayat2 saat melihat jarum infus di tangan kanannya. tapi dia begitu ceria, sama sekali tidak terlihat sakit. bahkan sandaran untuk tangannya menjadi mainan buatnya. ah, anakku lagi2 harus berjuang...

setelah kembali ke rumah permasalahan tidak begitu saja selesai. rasa lelah ini belum juga hilang dan saya masih juga menutup diri. beberapa teman dan sahabat saya larang berkunjung. tapi ini tidak berlaku untuk tetangga dan beberapa kerabat. bahkan pernah pada suatu malam pintu kamar kami diketok seorang tante yang ingin melihat si kecil, padahal saat itu saya benar2 sedang sangat lelah dan tertidur lelap. esok dan seterusnya beberapa kali saya pura2 tertidur saja dan tidak terbangun mendengar sapaan mereka. it works.

kunjungan saja sebenarnya bukan masalah besar. yang membuat saya malas menerima tamu sebenarnya adalah "nasihat" mereka yang merasa sudah lebih berpengalaman. awalnya mereka pasti akan mencibir begitu tahu saya melahirkan lewat operasi sesar. tanpa tanya kenapa, tanpa mau tahu ada apa. "anak sekarang mah males ngeden" itu salah satu jawaban mereka. saya hanya tersenyum saja. lalu kedua seputar ASI. tidak sedikit yang tidak percaya saya bisa menyusui bayi saya. seseorang bahkan dengan polosnya menyentuh payudara saya sambil mencibir "emang ada susunya..."

duh, Gusti....
ampuni aku kalau kesabaran ini hanya berbatas disini...

tidak satu-dua-tiga orang juga yang menganjurkan saya memberi susu formula saja pada si kecil; "nanti repot loh"; "pasti keteteran"; "nanti bentuk payudaranya turun lho". terkadang mereka seperti melihat kasihan pada saya, seperti tidak mampu membeli susu untuk anaknya sendiri. seseorang bahkan memberi contoh seorang anak berusia 4 bulan sudah bisa duduk sendiri karena mengkonsumsi susu S**. lagi2 saya hanya tersenyum. biarlah. aku tak perlu anakku dipuji puji dan serba lebih dari segalanya. biar saja dia tumbuh dan berkembang sewajarnya, sesuai usianya.

sejak saat itu saya akan berfikir 2 kali untuk menjenguk seorang teman yang melahirkan.
leraning by doing, melahirkan itu sangat melelahkan...
Sabtu, September 26, 2009

niat kontrol malah brojol

hmm...
lama bgt ga nulis ya...
well, i'm a mother n
ow. officially. =)

28 juli 2009
genap usia kandungan 40 minggu 1 hari. yup, lewat 1 hari dari HPL. stress udah pasti. gimanapun usahanya nerapin metode relaksasi tetep aja ga ilang yang namanya takut dan nunggu2 rasa mules itu datang. apalagi dari minggu ke 37 dr. ganteng udah memprediksi kalo semua udah siap dan bisa lahir kapan aja. posisi udah bagus, gerak janin bagus, panggul ok, kontraksi bagus, hasil CTG juga memuaskan. minggu ke 38 masih kontrol juga, CTG masih tetap memuaskan. "ditunggu aja bu" pesan pak dokter. minggu ke 39 balik lagi, CTG lagi. semua masih memadai, tinggal nunggu si baby aja siap keluar dari persembunyiannya.

hari ini bener2 udah pasrah. ga pengen mikirin lagi, mau relaks aja sepanjang hari.
pagi hari

masih muter2 jalan pagi keliling kompleks sambil nyanyi2 & shalawat sama si kecil.


siang abis dzuhur

akhirnya kontrol ke dr. ganteng. liat hasil CTG ternyata ga memuaskan. si kecil geraknya semakin lemah, padahal kontraksi udah bagus banget. di USG ternyata air ketuban tinggal 80%. akhirnya diputuskan induksi saat itu juga untuk merangsang geraknya si kecil. sempet ngeri ju
ga kalo inget cerita temen2 yg bilang kalo induksi itu menyakitkan. ah, bismillah aja deh, yang penting si kecil selamat.

wah, emang mulesnya berkali2 lipat, tapi alhamdulillah masih bisa tahan. periksa dalem masih bukaan satu. setelah induksi 4 jam akhirnya di CTG lagi. kontraksi udah mulai teratur, tapi gerak bayi semakin le
mah. "gak sejahtera" kata dokter ganteng. blio akhirnya ga berani ambil resiko untuk nunggu sampe besok pagi. harus operasi saat itu juga.

duh, Gusti...
40 minggu kehamilan ini ga pernah sekalipun aku membayangkan kemungkinan itu. operasi sesar. malam ini bahkan tak ada lagi waktu untuk menunggu. tak ada lagi pilihan. tak ada lagi kesempatan. prosesnya harus segera dimulai.

tangisku bukan hanya pecah, jiwaku bukan lagi berontak. kuserahkan saja semua padaMU.


21.30

masuk ruang operasi. bismillah. hanya itu yang terucap. entah apa ini rasanya. marah. sedih. kecewa. putus asa. pasrah. bahkan berdzikir pun aku sudah tak sanggup.

22.06
lahir lah malaikat kecilku. tangisnya pecah. semua berteriak senang. "alhamdulillah, laki2 bu...". jiwaku masih saja terasa kosong, walau syukurku juga sempat terucap. dan terjawablah semua. tali pusat si kecil ternyata membentuk simpul, ini yang bikin dia "malas" bergerak. karena saat sedikit aja dia bergerak pasti akan menghambat asupan makanan dan oksigennya. ah....anakku ternyata berusaha menyelamatkan dirinya sendiri di dalam sana. =)

selamat datang, lelaki ku, adilla pandji pramoedya...

Rabu, Februari 11, 2009

tentang suami'ku


sejak saya dinyatakan positif hamil semua berubah. ah, terlalu banyak yang berubah. dari mulai pola hidup, pola tidur, pola makan, ritual sehari-hari de es be. tapi hari ini rasanya saya baru tersadar akan satu hal, saya merasa terlalu berubah dari kewajiban saya sebagai seorang istri yang melayani suami. awalnya karena sore ini suami tiba2 mengirimkan kabar kalau akan ada meeting dengan seorang klien besar. saya tahu betul ibu itu, aktif dan energik, kalau sudah ngobrol ngalur ngidul kesana kemari pasti tak berbatas waktu. lalu sepintas saya mengeluh "ah, pasti saya harus menunggunya sampai terlelap di kantor lagi malam ini..."

tapi tiba2 saya juga jadi sangat merasa bersalah sekali. padahal tiap malam dia dengan sangat sabarnya menjemput dan menunggu saya pulang kantor, terkadang cuma 5 menit, kadang juga hampir 30 menit. lalu muncul lagi ingatan2 yang lain. ya itu tadi, sejak dinyatakan positif hamil kok rasanya malah dia yg kebanyakan melayani saya ya.

memulai pagi dia yg membangunkan saya dengan serbuan kecupannya, bukan lagi saya yang tiap selesai mandi menggodanya dengan tangan yang dingin.
pagi hari saya tak lagi menyiapkan sarapannya karena selalu mual duluan liat dapur, malah sebaliknya, terkadang dia yg menyiapkan sarapan saya.
menjelang siang kalau lagi ga ngantor dia yg akan selalu tanya duluan: mau makan siang apa?
sore hari pasti mulai ngajak cari2 cemilan
malam hari pulang ngantor, bukan lagi saya yang menyiapkan minuman untuknya. rasa mual ditambah bau knalpot di badan selalu membuat sya mendahulukan ke kamar mandi begitu sampai di rumah. kadang malah dia yang menyiapkan air panas untuk mandi saya. setelah mandi saya pasti akan menggigil dan lemas akibat muntah2, saat seperti itu dia pasti membawakan teh panas untuk saya, lalu membalurkan punggung dan perut saya dengan minyak kayu putih. setelah itu saya pasti tertidur dan tak sempat menemaninya makan malam.
tengah malam saya pasti akan merengek akibat rasa sakit di pinggang dan punggung, lalu dia akan dengan sabarnya mengusap2 punggung saya sampai saya tertidur lagi.

sekarang masa kehamilan saya sudah masuk 17 minggu. artinya, hampir tidak ada lagi rasa mual dan muntah, tidak ada lagi lemes dan shock akibat perubahan2 hormon. semua mulai berjalan normal. nafsu makan saya juga mulai menggila. tapi perhatiannya pun tak pernah berkurang.
setiap pagi di perjalanan ke kantor dengan semangatnya dia akan mengajak dan membiarkan saya memilih makanan apa saja di sebuah bakery atau toko kue. malam hari pasti sinusitis saya akan mulai menggila, kadang sampai menimbulkan sesak nafas, lalu dia akan dengan sabarnya membalurkan minyak kayu putih lagi di punggung dan tenggorokan saya. belum lagi ruam2 merah yg mulai muncul dan menimbulkan rasa gatal di punggung, dia akan dengan setianya mengusap2 pelan punggung saya.

saya berada di comfort zone. zona nyaman dari masa kehamilan ini. saya sudah bisa melakukan aktivitas seperti biasa, makan teratur, mulai bisa minum susu lagi, dsb dsb. tapi saya merasa terlalu nyaman, sampai membiarkan suami yg melayani saya terus2an...heheheee...

duh, Gusti...
matur sembah nuwun...
dan izinkan aku mencintai & membahagiakannya....


Selasa, Desember 02, 2008

positif dua strip


alhamdulillah...
setelah tour de ginekolog, nyobain semua merk tespek dari yang 3 rb-25rb'an, setelah tebak2 nggak berhadiah dan sok2an feeling so good, akhirnya baru semalem diriku dinyatakan bener2 positif hamil...alhamdulillah senangnyaaa...^^

tapi emang dasarnya saya bukan orang yang tenang dan gampang bgt panik, sebelum hamil pun udah tour de ginekolog gara2 terlalu banyak mendengar suara2 sumbang.




awal oktober 2008
iseng2 ikutan pijet shinsei sama temen2, pas tiba giliran saya, pak shinsei itu bilang ada yang salah dengan rahim saya. tanpa penjelasan ilmiah. tanpa diagnosa lebih lanjut. dia cuma bilang ada yg nggak bagus di daerah rahim saya, akibatnya karena darah mens (maaf) yang menggumpal. panik?jelas, apalagi nggak ada gambaran fisik sama sekali yang menjelaskan bagian mana yang menyatakan itu rahim nggak bagus. hidup saya penuh keresahan dan tanda tanya setelah itu.

17 oktober 2008
telat mens lewat 6 hari, 3 tespek menunjukkan tanda negatif. duh, jangan2 bener kata pak shinsei itu. tak bisa lagi tinggal diam dan tak tahu lagi cara menghilangkan segala gundah, dan resah akhirnya malam itu juga sedikit memaksa suami utk nganter ke RSB Asih, ketemu dr. Yuliyanti, spog. so far dokternya ramah, nggak kaku dan komunikatif. akhitnya diperiksa USG, dinyatakan ada kista sebesar 3mm (kata si ibu dokter masih normal) dan miom. ibu dokter juga masih menduga saja karena bisa jadi itu hanyalah penebalan dinding rahim yang sebentar lagi akan luruh. akhirnya minta ditunggu seminggu untuk balik lagi atau kalau tiba2 datang mens langsung di usg lagi. karena kalau benar itu kista kalau pas mens ukurannya akan membesar.
kesimpulan: tambah panik.

20 oktober 2008
tamu yang ditunggu2 itu akhirnya datang juga

21 oktober 2008
berhubung dokter yuliyanti nggak praktek hari ini, akhirnya langsung cari dokter yang mana aja, karena usg harus dilakukan pd hari ke 2 menstruasi. akhirnya ketemu dr. Gatot Abdurazzak, spog di RS yang sama. USG dilakukan transvaginal karena menurut blio si miom itu nggak bakalan keliatan kalo dari USG perut. hasilnya?bersih, nggak terbukti ada kista atau miom. indung telur juga normal, jumlah sel telur juga normal. alhamdulillah...
kesimpulan: jangan cepat percaya omongan orang...

pertengahan november 2008
ngerasa ada yg aneh dengan bentuk badan dan seperti ada yang menghalangi pandangan ke bawah. tanya2 suami katanya biasa aja ah. *duuuh, si oom ga perhatian nih*

16 november 2008 di pesta pertunangannya tanti-happy
semua teman dan sahabat menguatkan alibi saya kalau ada yang berubah dan sedikit membesar pada bagian tubuh saya. *puas ya girls?* ^^

18 november 2008
nyobain tespack seharga 4rb rupiah. hasilnya samar2. yang satu strip hampir nggak keliatan, tapi masih keliatan dikit. *maksa* . bingung harus ngapain, suami malah bilang "udah cuma 4rb, belinya cuma satu lagi"..heheheee

19 november 2008
pagi:
nyobain tespack lagi yg harga 20rb, 2 garis keliatan lebih jelas.
malem:
balik lagi ke RSB asih, ketemu dr. Arie Doodoh, krn dokter gatot nggak praktek hari itu. ternyata si dokter adl dokter senior disitu. ruangannya lebih luas plus ada kamar mandi dalemnya. karena belom masuk period'nya saya mens awalnya dia ragu kalo saya bener2 hamil. akhirnya di usg perut&transvaginal, belom keliatan apa2. dokter kali ini agak kurang komunikatif. blio cuma puter2 alat usg sambil ngeliatin monitornya doang tanpa berkata apa2. bener2 nggak ngomong apa2. dia malah kayaknya ragu kalau saya akan hamil. akhirnya malam itu pulang dg perasaan hampa dan dibekali 30 kapsul dalfarol 300.

buat apa ya dalfarol?bukannya itu vitamin e utk kesuburan dan antioksidan?
ragu2, nggak saya minum obat itu. hati kecil saya yakin bgt kalo saya bener2 hamil kala itu. jadi konsumsi obat apapun benar2 menakutkan.

24 november 2008
period belom dateng juga, akhirnya memutuskan nyobain tespack lagi merk sensitif. hasilnya 2 strip semakin jelas. senyum2 sendiri ngeliat jelasnya itu garis, eh berdua ding sama suami...=P

27 november 2008
memutuskan utk pindah dokter krn alasan biaya dan nyari dokter yang komunikatif. atas rekomendasi rosa, mendaftarlah diriku di rs. gandaria sama dr. acmad mediana, spog. antriannya seminggu,konon katanya pak dokter cuma mau melayani 15-20 orang pasien perhari, biar maksimal. bikin janji buat malam ini ternyata blio tiba2 memutuskan utk nggak praktek, mundur lagi hari senin tgl 1 desember 2008.

1 desember 2008
deg-degan, mules, keringet dingin, gemeteran. nggak tahu kenapa takut bgt mau periksa kali ini. dari semalem udah ngomong sendiri ke perut "besok kita ketemu ya,nak, dede jangan ngumpet lagi ya"...

akhirnya setelah antrian panjang ketemu juga sama pak dokter. ternyata masih muda dan (penting bgt) ganteng. waktu ditanya2 jadwal period 3 bulan terakhir ternyata baru berselang enam minggu. sempet jiper juga waktu blio bilang "baru 6 minggu, bisa keliatan nggak ya?"...duwh...tapi pas ditanya "mual2 nggak?" dan saya jawab iya blio malah langsung tembak "o ya hamil kalo gitu"...aaah dokter bisa aja *sambil sikut2 genit* (lebay mode on)
akhirnya pasrah di USG, begitu diteken ke perut dan disuruh rileks mulai keliatan lah itu brusek2 di monitor. pak dokter langsung aja bilang "wah iya, hamil ini"...alhamdulillah...

penjelasannya jelas, lengkap, menenangkan, ga nakut2in. emang dokter yang ini top bgt deh. alhamdulillah semua normal & sehat. apalagi blio juga ngasih no hp yang katanya siap dihubungi kapan aja kalau ada keluhan dan pertanyaan2.
kesimpulan: kandungan berusia 5 minggu, ukuran janin 3 mm, posisi normal. dan alhamdulillah'nya lagi nggak ada kista atau miom atau apapun itu.

puass bgt ketemu dokter yang satu ini, tapi begitu tiba saatnya pembayaran ternyata oh ternyata biayanya lebih mahal 95 rb dari RSB Asih...aaah rosa pembohoooooong...T T

*mohon doa'nya ya teman2...mudah2an lancar dan sehat sampai tiba saatnya nanti...^^

Senin, September 01, 2008

happy birthday me



first day of september 2008,
first day of Ramadhan 1429 H...

my first birthday as a wife,
and our first ramadhan to spend with...

is there any special than this???
oh, well, happy birthday me...=)
Selasa, Juli 29, 2008

totally addicted

hitung mundur...8...5...3...tepat. 8 hari gw habisin pagi dan hidup ini tanpa kopi. apa rasanya?? jangan ditanya...dari mulai lemes, ngantuk, susah konsentrasi...hu'ugh berat amat si... am i addicted already??...

kebiasaan minum kopi gw si sebenernya nggak gila2 amat, hanya secangkir black coffee setiap pagi, dan coffee mix (bukan merk, tp emang kopi yg dicampur2 entah apa saja) di sore hari. ini udah berlangsung kira2 sejak awal kuliah, artinya 8 taun'an...

lalu untuk satu obsesi dan keinginan, gw tiba2 pengen bgt ngurangin konsumsi kopi. sebenernya juga ini bukan yg pertama si, sebelum merit atas nama alasan ingin terlihat lebih segar pas nanti hari H, gw ud totally stop sama kopi. not so bad sebenernya, kopi pagi selalu gw ganti jus, kopi sore kadang lewat krn kesibukan sesaat, kadang juga berganti dg secangkir teh. saat itu emang terasa bgt bedanya, badan lebih enteng, pencernaan lebih lancar, dan otomatis perut jd lebih ramping dong...=P

tapi itu dulu...

atas nama obsesi yg lain, after merit gw mengurangi lagi konsumsi kopi gw. lebih tepatnya menghilangkan... gw smp inget bgt kopi terakhir yg gw minum, ya 8 hari yang lalu itu, di tengah kelelahan membelah jakarta minggu siang. waktu itu gw bener2 udh ga punya tenaga, so mendaratlah secangkir cafe late (setelah susah payah menahan diri ga pesen ice coffee) di meja gw, hasilnya? tak menghibur sama sekali...i need more than this...huhuhuhuhuhuuu

kenapa diet kopi yg kali ini terasa lebih berat ya?? padahal pola makan & jus juga masih sama ama yg dulu, tp lemes dan penat ini bener2 nggak bisa ilang, bahkan diguyur air dingin sekalipun... mau nangis rasanya saat menyiapkan robusta'nya aroma kopi untuk suamiku tersayang tapi nggak bisa nyiapin utk diri sendiri...

sampe kapan kayak gini?? anybody....ada yang tau cara ngilangin addicted sm benda yg satu ini??? help me please...

*lagi2 nyolong gambar, dari sini
 

Blog Template by BloggerCandy.com