Tampilkan postingan dengan label question. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label question. Tampilkan semua postingan
Senin, Desember 15, 2008

tentang pekerjaan

question,

kalo karyawan'nya lembur sampe tengah malem nggak pulang, sabtu-minggu masuk juga, apa yg ada di benak seorang atasan?...

a. bangga
b. kasian

*butuh pencerahan nih...
Selasa, Oktober 28, 2008

basi-basi

beberapa hari yang lalu saya menemukan postingan pada sebuah blog tentang basa-basi.
intinya, si empunya blog melihat basa-basi adalah salah satu bentuk nyata dari sok kenal . lengkap dengan penjabaran2 mengenai sejauh manakah basa basi yang menurutnya basi itu.

menarik...
saya pun kadang bersikap skeptis seperti itu. lets check...

saya tinggal di lingkungan perumahan (bukan kompleks) yang tidak berbatas blok dan tembok2 tinggi. setiap pagi saya berangkat ke kantor sekitar pukul 8.30. baru keluar pintu rumah dan sampai teras pun sudah bertemu ibu muda yang menyuapi sambil mengajak jalan2 anaknya. "berangkat, mbak?" adalah pertanyaan rutinnya. lalu keluar gang 10 meter pasti bertemu tukang sayur yang sudah dikerubungi ibu2. kalau tak keduluan, saya yang akan berteriak memanggil si embak, lalu berlanjut dengan sapaan dari ibu2 yang mengelilinginya. topiknya masih sama: "berangkat, mbak?"....

sekitar 50m pasti sudah "ditunggu" bapak pemilik wartel. rutin setiap pagi si bapak duduk di depan wartel yang bahkan belum dibukanya ditemani koran dan terkadang tetangga yg kebetulan lewat lalu mampir, pertanyaan "berangkat?" terlontar untuk yang ketiga kalinya.

bisa saja saya skeptis dengan 3 pertanyaan yang sama, di waktu yang hampir bersamaan dan dalam jarak kurang dari 100m. kalau mau panjang urusannya saya akan menjawab "iya pak, bu, saya mau berangkat ke kantor karena sudah jam segini" atau "iya pak, bu, berangkat ke kantor, ada setumpuk pekerjaan yang menunggu, ada gambar yang perlu diselesaikan, ada BQ yang harus dihitung, ada klien yang harus ditemui, " panjang kan?...

pernah juga suatu pagi2 sekali saya berangkat terlalu dini. lalu saya bertemu dengan orang yang sama ketika saya berangkat pukul 8.30. bedanya pertanyaan'nya kali ini: "tumben pagi2?". kalau mau skeptis (lagi) saya bisa saja menjawab "ya urusan gw dong, apa ada pengaruhnya juga bt lo gw berangkat pagi2 atau siang2 atau malem2?".. atau kalau memang perlu jawaban lengkap "iya ni berangkat pagi soalnya harus ketemu klien, ada masalah di proyek yang butuh penyelesaian hari ini juga jadi mau konsultasikan dulu dengan klien langkah apakah yang harus diambil," alhamdulillah'nya saya tak pernah sekalipun menjawab dengan 2 jenis jawaban seperti itu.

apakah pertanyaan2 itu dimaksudkan mereka untuk mendapatkan jawaban yang sebenarnya?
*kenapa saya berangkat pagi itu?
*mau berangkat kemana saya hari itu?
*sudah waktunya'kah saya berangkat saat itu?
saya yakin bukan. inilah basa-basi. antara penting dan nggak penting untuk diutarakan.

penting karena sapaan pagi itu bisa membuat pagi saya terasa lebih ringan.
nggak penting karena apapun dan kemanapun saya pagi itu benar2 tidak ada urusannya dengan mereka. tapi demi rasa ringan di hati, saya lebih melihat semua itu sbg sesuatu yang penting. =)

tapi saya pun pernah terjebak pertanyaan yang benar2 basa-basi. bersikap skeptis tp tak bisa berbuat apa2 lalu marah setelah itu. minggu2 pertama awal pernikahan saya hampir semua teman dan sahabat menanyakan hal yang sama "gimana malam pertamanya?". nah, dari awal pertanyaan ini muncul, saya tak tau mau menjawabnya seperti apa. saya bahkan sampai harus "ngumpet" di YM dengan status "invisible to everyone" untuk menghindari sapaan2 itu.

sempat pula saya langsung menyemprot seorang sahabat ketika menanyakan hal yang sama. "mau jawaban seperti apa?". apakah perlu saya jawab dengan perincian setiap detailnya. tidur berpelukan-mulai pegang2an-sedikit cium2an malu2-................(lanjutkan saja sendiri) .

3 minggu kemudian pertanyaan berganti: "udah isi belum?"...skeptis?pasti.
kalau saya jawab sudah pastilah yang mampir ucapan selamat- semoga lancar- sehat- bahagia- happy ending ever after... nah berhubung jawaban saya adalah belum maka yg muncul adalah pertanyan lagi "kok belum sih?". kalau yang ini diluar kuasa saya untuk menjawabnya.

ah ya, pernah juga suatu kali saya sedang sangat labil, lalu muncul lagi pertanyaan itu dari seorang teman. sekali lagi saya bilang belum, dan semakin dia bertanya lagi. saat itu saya punya 2 pilihan untuk menjawab. satu: menjelaskan kenapa saya belum hamil secara medis lengkap dengan lampiran hasil USG dari ginekolog dan catatan lengkap saya dari sebuah RS bersalin. dua: bertanya balik, kalau memang saya sudah hamil apa pengaruhnya dalam hidupnya, apa dia yang akan memenuhi semua kebutuhan saya& si bayi, apa dia yang menanggung semua biaya persalinannya, atau dia yang akan merawatnya nanti?... ah, bahkan dia saja tak datang di hari pernikahan kami.

setelahnya saya menyesal dan tak habis pikir kenapa saya punya pikiran di jawaban nomer dua. sekalipun tak saya utarakan pada si teman tetap saya merasa sangat2 tak pantas punya pikiran seperti itu.
saya pun menjawabnya dengan another basa- basi: iya, disuruh pacaran dulu ni sama 4JJI.

ampuni aku Gusti 4JJI, mengajak2MU dalam lingkaran ini.

sampai disini, masih pentingkah sapaan basa-basi itu???...
tetap buat saya, lebih suka disapa walau sekedar basa basi dan terkadang cukup membuat kening saya berkernyit daripada tak disapa (tak dianggap) sama sekali. setelah itu, tinggal bagaimana pintar2nya saya menjawab setiap sapaan. ^^



Rabu, Agustus 20, 2008

susahnya bangun pagi


ada yang punya solusi untuk masalah ini??
iya...gimana caranya bisa bangun pagi -dan nggak tidur lagi-




kalo alarm si udah melakukan tugasnya dengan baik buat gw, berteriak kencang di waktu yg sangat tepat atas perintah gw malam sebelumnya, tapi selanjutnya dengan sadisnya akan selalu gw matiin untuk kemudian tidur lagi...

bangun pagi atas sebuah kewajiban?? abis itu ya tidur lagi...

bangun pagi bener2 musuh dan kesulitan terbesar dalam hidup gw...padahal juga bukan sekali 2 kali kena batunya; ga sarapan, ga sempet ngeringin rambut, kelupaan ini-itu, dan hari ini ketinggalan HP yang masih stay dg manisnya di bawah bantal.

jarak tempuh dari rumah ke kantor yang ga tll jauh dan jam masuk kantor yang terbilang agak siang (jam 9.red) adalah alasan bagus untuk melanjutkan tidur 'semenit dua menit' ketika alarm kedua gw teriak tepat pukul 7 pagi. setelahnya yang terjadi memang semenit itu selalu membutuhkan teriakan ketiga -yang seringkali berasal dr suara nyokap- untuk membangunkan gw...hehehee...lalu grasa grusu beresin t4 tidur-mandi-keringin rambut-siapin baju-lunch box-cari sarapan-cek isi tas-dsb-dsb, semua serba terburu2...

atmosfer di pagi hari dan santai nyiapin ini-itu...ouh, i really miss that...

Rabu, Agustus 13, 2008

begitu salah dan salah lagi

entah kenapa aku selalu ga suka kata "salah"

pagi ini seseorang bicara takut2 padaku ditelp, konfirmasi antara gambar kerjaku dan hasil pekerjaannya. aku tau ada yg ga beres, tp justru aku yg disini menenangkannya di seberang sana.
dan benar saja. lupa adalah alasan yg paling aman dan bisa diterima. ah, aku juga tau sekali bapak itu. bukan dia tidak profesional, tp memang benar2 pelupa.

tp toh kata2 "bapak yg salah" tetap terngiang dari atas sana.
aku hanya bisa menghela nafas perlahan. padahal si bapak juga sudah menawarkan solusi yg masuk akal, sangat masuk akal.

siang hari datang lagi bapak yang lain.
kali ini entah membawa apa, tp suara dari atas sana lagi2 berkumandang "bapak yang salah"...

ah...
apa harus ada yg salah dulu untuk suatu kebenaran?
atau harus ada di atas sana dulu utk sll sebagai yang benar?

buatku, kesalahan itu memang punya'nya manusia, kebenaran lah yg hanya milik ALLAH semata...
jadi, untuk apa saling menyalahkan???
 

Blog Template by BloggerCandy.com